Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DOMESTIK TUMBUH DI ATAS PERKIRAAN Print
JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DOMESTIK TUMBUH DI ATAS PERKIRAAN

(Jakarta, 10/2/2010) Jumlah penumpang angkutan udara domestik mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2009 lalu, mencapai 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan jumlah tersebut melebihi  besaran yang ditargetkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, yaitu sebesar 10 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay dalam acara press background di Jakarta, Rabu (10/2), menjelaskan, tercatat hingga 31 Desember 2009, total jumlah penumpang udara yang berhasil diangkut baik pada rute domestik maupun internasional mencapai 43,5 juta orang. Sementara pada 2008, total penumpang yang dibukukan sebesar 37,4 juta.

”Pertumbuhan penumpang kita di atas pertumbuhan ekonomi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa bisnis penerbangan di Indonesia sangat bagus. Karena pada saat yang sama, di negara lain malah mengalami penurunan akibat krisis ekonomi global kemarin,” ungkap Herry Bakti. Tahun 2010 ini, menurutnya, Kementerian Perhubungan tetap akan mematok angka pertumbuhan penumpang  10 persen dari yang telah dicapai pada 2009.

Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko menambahkan, maskapai Lion Air menjadi pengangkut penumpang domestik tertinggi dibandingkan maskapai lain. Yaitu mencapai angka 13,3 juta penumpang, atau menguasai hingga 30,7 persen dari seluruh jumlah penumpang yang diangkut sepanjang 2009 tersebut. Sementara pada 2008, Lion mengangkut sebanyak 9,21 juta penumpang.

Sedangkan maskapai pengangkut terbesar kedua setelah Lion Air adalah Garuda Indonesia yang berhasil menerbangkan 8,39 juta penumpang, atau 19,28 dari total penumpang. Pada 2008, maskapai pelat merah ini mengangkut sebanyak 7,66 juta penumpang. Kemudian di tempat ketiga, tercatat Batavia Air yang menerbangkan 6,10 juta penumpang atau 14,02 dari total keseluruhan.

”Naiknya jumlah penumpang domestik ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat meningkat. Sehingga kenaikannya lebih tinggi dibandingkan perkiraan Pemerintah,” jelas Tri Sunoko. Kemudian di sisi lain, imbuhnya, kondisi tersebut didorong oleh dibukanya rute penerbangan baru yang mengiringi ekspansi maskapai dengan mendatangkan pesawat baru.

Sebagai contoh, lanjut Tri Sunoko, besarnya jumlah penumpang yang berhasil diangkut Lion Air sangat berkaitan erat dengan aktivitas penambahan armada yang dilakukannya setiap tahun. Terakhir, maskapai swasta berlogokan kepala singa mendatangkan 3 unit ATR 72-500 untuk melayani penerbangan Indonesia Bagian Timur. Demikian pula halnya Garuda, yang belakangan ini merilis akan menambah sekitar 20 unit pesawat baru. ”Maskapai lain seperti Sriwijaya, Mandala, juga terus melakukan penambahan,” tambahnya.

Kendati mencatat pengangkutan penumpang tertinggi, menurut Tri, Lion tidak dapat dipastikan memeroleh pendapatan paling tinggi jika dibandingkan dengan maskapai lain. ”Karena pendapatan itu tergantung dari harga tiket dan yield per penumpang,” katanya.

Internasional Juga Naik
Tidak hanya pada rute penerbangan domestik, pertumbuhan penumpang di luar perkiraan juga terjadi pada rute penerbangan internasional. Bahkan, prosentase jumlah peningkatannya jauh lebih besar dibandingkan domestik. ”Kenaikannya mencapai 20 persen. Yaitu dari 4,10 juta penumpang pada 2008, menjadi 4,95 juta penumpang pada 2009,” sambung Herry Bakti.

Pada sektor ini, Garuda Indonesia duduk pada peringkat teratas pengangkut penumpang terbanyak. Yaitu sebanyak 2,21 juta penumpang, atau 44,74 persen dari keseluruhan jumlah penumpang luar negeri yang diangkut. Namun, jika dibandingkan dengan pencapaian Garuda pada tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebanyak 2,35 juta penumpang.

Sementara posisi kedua ditempati Indonesia AirAsia yang berhasil mengangkut sebanyak 1,98 juta atau 40,09 persen. Jika dibandingkan 2008, jumlah penumpang rute internasional masksapai tersebut meningkat sebesar 927.610 penumpang. Kemudian pencapaian tertinggi ketiga diperoleh Lion Air yang mengangkut total 383.584 atau 7,74 persen. Sama halnya Garuda, jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penumpang rute internasional Lion Air juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 465.780 penumpang.

”Rute internasional yang paling terkena imbas krisis global. Karena itu, pada rute internasional ini, angka terbanyak didominasi oleh penumpang yang berangkat ke luar negeri,” pungkas Herry Bakti. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi