Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  AP II: TENDER OVERLAY HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG DIGELAR Print
AP II: TENDER OVERLAY HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG DIGELAR

(Jakarta, 23/7/2010) Tender pengerjaan penebalan landasan (overlay) untuk meningkatkan kapasitas Bandara Husein Sastranegara, Bandung, digelar. PT Angkasa Pura II selaku pengelola menargetkan, bandara tersebut ke depan mampu memfasilitasi pendaratan pesawat berbobot hingga 64,5 ton seperti Airbus A320 sebagaimana diharapkan  Kementerian Perhubungan dan Kementerian Negara BUMN.
 
Direktur Utama AP II Tri S Sunoko menjelaskan, proyek penebalan landasan itu diproyeksikan menelan dana sebesar Rp  40 miliar. ”Proses tendernya sedang berjalan. Dalam waktu dekat pemenangnya akan kita ketahui,” jelasnya seusai pelantikan dirinya sebagai pimpinan tertinggi BUMN tersebut, menggantikan Dirut lama, Edi Haryoto, Jum'at (23/7).
 
Tri yang sebelumnya menjabat Angkutan Udara Direktorat di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan itu menambahkan, overlay akan menjadi fokus utama pengembangan Bandara Husein pada tahun ini. ”Untuk pengembangan terminal dan apronnya masih nanti. Yang penting kapasitas landasan bisa kita tingkatkan sehingga pesawat-pesawat besar bisa masuk,” imbuhnya.
 
Dia menambahkan, langkah peningkatan kapasitas landasan itu sendiri terkait dengan meningkatnya minat maskapai domestik maupun internasional untuk membuka rute penerbangan internasional dari dan menuju Kota Kembang. ”Indonesia AirAsia sudah lebih dulu melayani beberapa rute internasional menuju Bandung. Tanggal 16 Juli kemarin, Malaysia Airlines juga ikut melayani penerbangan ke Bandung. Jadi, memang prospek Bandung sangat cerah," jelasnya.
 
Jika overlay selesai tahun ini, Tri berharap bandara tersebut bisa didarati Airbus A320 yang memiliki kapasitas hingga 180 tempat duduk. Lebih besar dibandingkan kemampuan maksimal menampung Boeing 737-300 saat ini sekitar 148 tempat duduk.
 
”Kalau melihat investasinya, memang, pengembaliannya cukup lama. Namun, diharapkan overlay ini bisa memberikan nilai tambah bagi Pemerintah Jawa Barat. Dengan penumpang pesawat bertambah, turis yang belanja di Bandung juga semakin banyak. Sehingga bisa menghidupkan banyak pengusaha kecil di sana," pungkasnya. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi