Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  LEMBAGA PENGATUR SLOT TIME PENERBANGAN INDEPENDEN DIBENTUK AKHIR OKTOBER 2010 Print
LEMBAGA PENGATUR SLOT TIME PENERBANGAN INDEPENDEN DIBENTUK AKHIR OKTOBER 2010

(Jakarta, 23/8/2010) Agar penentuan slot time atau waktu lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) pesawat di seluruh bandara nasional maupun bandara luar negeri yang melakukan kerja sama dapat terbagi secara merata dan berkeadilan, dalam waktu dekat akan dibentuk sebuah lembaga independen yang bertugas khusus untuk pengaturan slot time tersebut.

”Kita upayakan akhir Oktober tahun ini lembaga itu sudah terbentuk,” terang Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay, Senin (23/8). Menurutnya, pembahasan mengenai rencana pembentukan lembaga independen ini sudah beberapa kali dibahas Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, antara lain pengelola bandara, maskapai, serta asosiasi penerbangan sipil nasional INACA.

”Kita butuh adanya slot time coordinator yang independen. Karena selama ini, untuk domestik, slot time diatur oleh masing-masing pengelola bandara. Sementara untuk penerbangan internasional, yang menjadi koordinatornya maskapai Garuda Indonesia. Supaya lebih adil lagi, ke depan tidak lagi dipegang oleh mereka, tetapi hanya satu lembaga,” papar Dirjen Herry.

Lembaga pengatur slot independen ini, tegasnya akan diisi oleh orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya, tak hanya regulator, tetapi juga melibatkan perwakilan dari PT Angkasa Pura, serta maskapai penerbangan dan lainnya. Hingga terbentuknya lembaga yang akan menjadi slot coordinator tersebut, dia menambahkan, penentuan waktu take off/landing khususnya untuk bandara domestik akan diambil alih oleh Ditjen Perhubungan Udara. Sementara untuk rute penerbangan internasional, kemungkinan besar masih akan dikomandoi Garuda Indonesia. "Lembaga ini mengacu pada standar IATA. Nanti kantor pusatnya akan dibuat di Jakarta,” ujar Dirjen Herry.

Terpisah, Sekjen INACA Tengku Burhanudin mengatakan bahwa pihaknya sangat merespon terbentuknya slot coordinator independen tersebut. Setidaknya, lembaga tersebut bisa mengatur jadwal penerbangan di  suatu bandara dengan mempertimbangkan kapasitas yang dimiliki.

”Tidak seperti saat ini yang sering berpotensi delay. Selama ini banyak bandara yang sudah over capacity, tidak sebanding dengan pertumbuhan pesawat dan sekaligus frekuensi penerbangan. Kondisi ini berbuntut pada pengaturan slot time yang tidak baik. Kita berharap, ke depan bisa diatur dengan lebih baik sehingga tidak seperti saat ini,” ujarnya. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi