(Jakarta, 1/9/2010) Tidak ada korban jiwa dalam terbaliknya pesawat latih jenis piston engine Cessna 172, Registrasi PK-ROG, milik sekolah penerbangan Bali International Flying Academy (BIFA) di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
Crew pesawat dalam keadaan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Mereka adalah Meriam Z. Hugen (instruktur) dan Carel Ruwayani (siswa BIFA) dan Adha Mahameru (siswa BIFA).
Berdasarkan keterangan yang didapatkan tim www.dephub.go.id, pesawat yang sedang melakukan latihan touch and go tersebut, pada pukul 07:15 WIB mengalami engine lost power saat hendak kembali ke Buleleng. Tapi ketika mendarat di bandara tersebut, pesawat mendarat di ujung runway sehingga terbalik di area persawahan.
KNKT telah membentuk tim untuk menginvestigasi kecelakaan tersebut. Tim tersebut terdiri dari Ir. Masruri (IIC), Capt. Chaeruddin, Sulaiman DA, dan Ir. Bahar Ilyas. (RY)
(Rabu, 1/9/2010) Tidak ada korban jiwa dalam terbaliknya pesawat latih jenis piston engine Cessna 172, Registrasi PK-ROG, milik sekolah penerbangan Bali International Flying Academy (BIFA) di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
Crew pesawat dalam keadaan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Mereka adalah Meriam Z. Hugen (instruktur) dan Carel Ruwayani (siswa BIFA) dan Adha Mahameru (siswa BIFA).
Berdasarkan keterangan yang didapatkan tim www.dephub.go.id, pesawat yang sedang melakukan latihan touch and go tersebut, pada pukul 07:15 WIB mengalami engine lost power saat hendak kembali ke Buleleng. Tapi ketika mendarat di bandara tersebut, pesawat mendarat di ujung runway sehingga terbalik di area persawahan.
KNKT telah membentuk tim untuk menginvestigasi kecelakaan tersebut. Tim tersebut terdiri dari Ir. Masruri (IIC), Capt. Chaeruddin, Sulaiman DA, dan Ir. Bahar Ilyas. (RY)








(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.