Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  MASKAPAI PENERBANGAN DIIMBAU JAGA KETEPATAN JADWAL UNTUK ANTISIPASI DELAY LEBARAN Print
MASKAPAI PENERBANGAN DIIMBAU JAGA KETEPATAN JADWAL UNTUK ANTISIPASI DELAY LEBARAN

(Jakarta, 02/09/2010) Untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan (delay) pada masa-masa padat (peak season) saat pelaksanaan mudik Lebaran, maskapai penerbangan diimbau untuk menjaga ketepatan waktu pemberangkatan (on time performance/OTP).

"Penyebab delay memang banyak hal, tidak hanya satu faktor. Tetapi kalau maskapai bisa jaga OTP, itu bisa kita minimalisasi. Karena pada masa itu, frekuensi penerbangan sangat tinggi sekali. Sekali saja terjadi delay di satu bandara, efeknya bisa panjang ke bandara lain," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay, Kamis (2/9).

Menurut Dirjen Herry, potensi terjadinya delay pada masa angkutan lebaran akan tinggi. Karena pada masa itu, jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan akan meningkat tajam dari hari biasa. Dari sisi regulasi sendiri, imbuh dia, Ditjen Perhubungan Udara menyiapkan penerbitan izin untuk jadwal penerbangan tambahan (extra flight).

"Izin extra flight kita keluarkan agar seluruh penumpang dapat terangkut. Nah, penambahan jadwal penerbangan ini juga berpotensi terhadap delay kalau pengaturan slot time tidak bisa diikuti dengan tertib oleh maskapai. Sampai saat ini, kursi tambahan yang diminta maskapai sudah mencapai lebih dari 150 ribu kursi," imbuhnya.

Terkait besarnya potensi delay, Dirjen Herry juga meminta petugas di bandara untuk aktif memberikan informasi kepada penumpang agar tidak terjadi keresahan.

Kasubdit Angkutan Udara Berjadwal Hemi Pamuraharjo menambahkan, upaya untuk meminimalisasi delay memang terbilang sulit pada masa Lebaran. Selain dari faktor ketersediaan pesawat, pengaturan lalu lintas pesawat yang didasari pada jadwal penerbangan, serta keterseimbangan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki maskapai dengan frekuensi juga berkontribusi terhadap delay.

"Lalu ada faktor cuaca yang tidak bisa dielakkan, dan kapasitas bandara yang terbatas. Jadi saat peak season ini pasti padat. Kalau ada satu pesawat saja yang delay, maka semuanya kena. Izin mendarat yang dikasih bandara harus dipatuhi maskapai. Terkait itu, pengeluaran extra flight kita jaga betul dengan mengacu ketersediaan kapasitas dan waktu operasional bandara," jelasnya.

Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko menjelaskan, pihaknya akan mengantisipasi membludaknya penumpang pesawat tersebut.

"Nanti penerbangan tambahannya akan diberikan jatah mendarat di luar penerbangan reguler, jadi yang tambahan akan dilakukan pada malam hari," tandasnya. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi