Berita  Direktorat Jenderal Perkeretaapian  OPTIMALISASI ANGKUTAN CPO, 12 JEMBATAN KA JALUR TEBING TINGGI-BELAWAN AKAN DIPUGAR Print
OPTIMALISASI ANGKUTAN CPO, 12 JEMBATAN KA JALUR TEBING TINGGI-BELAWAN AKAN DIPUGAR

(Jakarta, 15/3/2010) Kementerian Perhubungan akan meningkatkan kapasitas prasarana jalur perlintasan kereta api antara Tebing Tinggi hingga Pelabuhan Belawan untuk mendukung proses pengangkutan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Sumatera Utara melalui moda tersebut. Wilayah pengerjaan peningkatan kapasitas yang meliputi perbaikan sejumlah jembatan dan rel di jalur tersebut, ditargetkan selesai selambatnya akhir 2010.
 
Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan, saat ini operasional pengangkutan CPO dari Tebing Tinggi melalui angkutan kereta api menuju Belawan, untuk tujuan distribusi ke Dumai dan Kuala Tanjung, baru terfasilitasi hingga 750 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut masih berbanding jauh dengan total pangsa pasar CPO Sumatera Utara yang bisa diangkut KA, yaitu sekitar 4 juta ton per tahun.
 
”Sisanya masih mengandalkan moda angkutan darat seperti truk,” jelas Tundjung minggu lalu di Jakarta.
 
Menurut Tundjung, jika melihat efisiensi baik dari sisi biaya maupun risiko, dia memastikan bahwa pengangkutan melalui moda kereta api yang disambung dengan angkutan laut akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan moda angkutan darat lainnya. Namun karena prasarana yang tidak menunjang, maka kapasitas agkut yang bisa dilayani pun terbatas.
 
Salah satu yang menjadi kendala adalah adanya beberapa lintas yang daya dukung jembatannya masih di di bawah 10 ribu ton. Tahun ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan mulai meningkatkan daya jembatan dan memperbaiki sejumlah rel yang telah rusak di lintas itu agar mampu untuk menopang axle (gandar) sampai 15 ton. Dengan peningkatan tersebut, lokomotif jenis CC  yang memiliki gandar berformasi 3 3 (6 sumbu dan 12 roda) akan dapat dioperasikan di lintas tersebut.
 
Tundjung menyebutkan, pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 70 miliar untuk meningkatkan daya topang sebanyak 12 buah jembatan dan memperbaiki track di jalur Tebing Tinggi-Belawan itu. ”Diharapkan, nantinya daya angkut bisa meningkat hingga angkut dua kali lipat. Jadi bisa mencapai 1,5 juta ton per tahun. Kalau jembatan dan rel itu sudah diperbaiki, saya yakin 1,5 juta ton yakin bisa tercapai,” Tundjung optimistis.(DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi