Berita  Direktorat Jenderal Perkeretaapian  MASYARAKAT DAPAT BERPARTISIPASI TUTUP PERLINTASAN KERETA API LIAR Print
MASYARAKAT DAPAT BERPARTISIPASI TUTUP PERLINTASAN KERETA API LIAR

(Purwokerto,27/08/2010) Transportasi kereta api memerlukan  kesadaran masyarakat sekitar untuk turut membantu program peningkatan keselamatan terutama pada saat angkutan lebaran 2010. Untuk itu, masyarakat diminta untuk menutup perlintasan liar yang banyak dijaga warga karena bertentangan dengan Undang-Undang. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan saat ditemui wartawan usai Penyerahan Sertifikat Kompetensi SDM Perkeretaapian di Purwokerto, Jumat (27/08).

Tundjung menjelaskan perlintasan kereta api terbagi menjadi perlintasan resmi dan tidak resmi. Perlintasan resmi tersebut ada yang dijaga oleh petugas dan tidak dijaga. Perlintasan resmi yang tidak terjaga telah dilengkapi dengan rambu-rambu  peringatan mulai dari jarak tertentu hingga depan rel kereta api.

“Saya meminta masyarakat memiliki kesadaran karena keselamatan perkeretaapian tidak hanya tergantung dari regulator (pemerintah) dan operator (PT KA). Kalau masyarakat sadar hal itu melanggar UU maka mereka harus ikhlas menutup perlintasan liar dan melewati perlintasan resmi serta mematuhi rambu-rambu petunjuk penjaga perlintasan, “jelasnya.

Tundjung menegaskan, pada dasarnya sesuai dengan Undang-Undang, lalu lintas kereta api diutamakan jika dihadapkan pada lalu lintas lainnya. Selain itu, petugas penjaga pintu perlintasan kereta api telah cukup banyak dan rambu-rambu telah terpasang di perlintasan yang tidak terjaga.  Penutupan pintu perlintasan liar akan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah. Hingga saat ini telah dilakukan penutupan di daerah Banten dan Jakarta. Untuk rencana ke depan nantinya akan dipasang rambu – rambu bersifat elektrik, misalnya palang pintu otomatis ataupun pembangunan fly over di jalan resmi dengan berkoordinasi dengan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk jalan nasional, maupun pemerintah daerah setempat untuk jalan provinsi/kota. “Untuk rencana tersebut, kesiapan dan budaya masyarakat diperlukan untuk turut menjaga keselamatan penumpang kereta api di perlintasan.   Sesuai perkembangannya, secara bertahap pemasangan rambu akan ditambah untuk keselamatan di perlintasan,”  tutupnya. (ARI)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi