Opini  KESUKSESAN ANGKUTAN LEBARAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA Print
KESUKSESAN ANGKUTAN LEBARAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA

Lebaran menjadi ‘hajatan besar’ bagi PT Indonesia Ferry. Kesibukan akan terlihat di seluruh pelabuhan penyebrangan di seluruh Indonesia pada setiap mudik lebaran. Berbagai persiapan pun dilakukan. Mulai pengecekan kesiapan kapal yang akan melayani penumpang, dermaga, alat-alat produksi pelabuhan, dan rapat-rapat koordinasi digelar untuk mematangkan operasi pelaksanaan angkutan lebaran.

Tentunya dengan harapan pada saat puncak-puncak arus mudik maupun arus balik tidak terjadi hambatan seperti kemacetan, stagnasi apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

Untuk keamanan misalnya, PT Indonesia Ferry telah membagi menjadi 4 zona pelabuhan. Zona Umum Terbuka misalnya, merupakan areal bagi pengunjung dan pengguna jasa yang melakukan kegiatan di areal kerja pelabuhan, Zona Umum Terbatas merupakan areal tunggu bagi penumpang yang akan naik ke kapal, Zona Daerah Terbatas merupakan areal menuju ke kapal. Selain petugas dan penumpang/ kendaraan yang telah memberi tiket dilarang berada di zona tersebut, serta Zona Daerah Terlarang yaitu areal yang hanya diperbolehkan untuk petugas.

Grouping kapal juga dilakukan. Kapal-kapal apa saja yang akan menaikkan dan menurunkan penumpang di Dermaga yang tersedia. Demikian halnya kapal-kapal cadangan harus siap menggantikan kapal yang bermasalah. Juga disiapkan areal parkir di dalam pelabuhan maupun di luar pelabuhan, bilamana terjadi penumpukan kendaraan di kawasan pelabuhan.

Untuk lancarnya arus keluar dan masuk penumpang, telah disiapkan layout untuk penumpang dan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, bus/travel maupun truk yang akan naik ke atas kapal. Juga telah disiapkan arus sebaliknya, untuk penumpang maupun kendaraan yang keluar dari kapal. Dengan demikian tidak akan terjadi crossing antara penumpang yang akan naik ke kapal dengan penumpang yang baru turun dari kapal.

Kesemuanya ini dilakukan agar arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, dan tidak ada antrian penumpang maupun kendaraan yang bisa mengakibatkan terjadinya keterlambatan kedatangan kapal yang pada akhirnya akan mengakibatkan terlambatnya calon penumpang ke tempat tujuan.

Berbagai upaya keselamatanpun dilakukan. Misalnya menginformasikan operator kapal agar melengkapai alat-alat seselamatan pelayaran, STC memomnitor kapal-kapal yang beroperasi baik, berkoordinasi dengan phak syahbandar mengenai batas muatan dan kondisi cuaca serta menyiagakan tug boat untuk mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan dalam pelayaran, misalnya black out dan lain-lain.

Flexibel dan Cepat Tanggap

Betapapun matangnya persiapan yang direncanakan, namun apabila SOP (standard operational prosedur) yang telah disiapkan jauh-jauh hari dilanggar, keniscahyaan pasti akan terjadi. Akibat meremehkan SOP bisa memporakporandakan semua yang telah dirancang dengan matang.

Misalnya, persoalannya pada pasokan tenaga listrik atau ketersediaaan air tawar untuk kapal, mengatasinya tidak terlalu sulit. Sejak jauh-jauh hari, tandon-tandon air yang tersedia di pelabihan di isi, dan menginstruksikan PDAM setempat untuk memproioritaskan terlebih dulu kebutuhan air tawar di kapal. Sementara itu, bilamana terjadi pemadaman listrik oleh PLN, sejak jauh-jauh hari sudah di siapkan genset yang siap beroperas dioperasikan setiap saat.

Demikian hal-hal bilamana terjadi black out, dimana kapal yang mengangkut penumpang mengalami hembatan di laut seperti mati mesin, maka tag bout sudah disiapkan. Dan kapal-kapal yang pada saat arus mudik dan arus balik dinilai tidak laik jalan, sebaiknya langsung di grounded atau dikeluarkan dari jadwal sehingga tidak mengganggu jadwal kapal yang lain. Jangan lupa menyiapkan mobil derek, untuk mengatasi kendaraan mogok di dalam kapal.

Persoalan kecil namun bisa menimbulkan masalah besar adalah kesiapan petugas loket dalam menyediakan uang kembalian. Tidak semua penumpang rela bila uang kembaliannya kurang, meskipun banyak juga yang tidak meminta kekurangan pengembalian bilamana memang uang kembalinya tidak tersedia.

Oleh karenanya sejak jauh-jauh hari, petuga loket harus menyiapkan uang receh untuk kembalian. Karena bila masalah kecil ini menjadi berkepanjangan, maka jumlah antrian akan semakin mengekor. Jika satu calon penumpang yang ngotot uang pengembalian saja bisa membuat antrian panjang, berapa panjang antrian jika masalah uang kembalian ini di persoalkan oleh banyak calon penumpang,

Mengantisipasi terjadinya antrian karena terganggunya tiketing elektronik bilamana terjadi pemadaman listrik, maka pihak manajemen juga harus sigap dan bersikap flexibel. Sigap artinya harus menyipakan juga tiket manual sebagai pengganti sementara kegiatan transaksi dengan sistem e-tiketing dan flexible yaitu dengan menscan sebanyak mungkin e-tiketing untuk mengantisipasi bilamana terjadi pemadaman.

Intinya, dalam kondisi tertentu petugas dan manajemen harus bersifat luwes dan flexible. Karena akibat dari kekakuan persoalan kecil dapat menimbulkan persoalan besar, bahkan sangat besar.

Lain halnya jika persoalannya diluar jangkauan kemampuan manusia, seperti cuaca buruk yang dapat mengganggu jam sandar dan muat kapal, sehingga dapat mengganggu stagnasi penumpang dan kendaraan, atau alam yang tidak bersahabat untuk sebuah pelayaran. Hal semacam ini tentunya tidak bisa dibuat main-main karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan dan nyawa penumpang.

Kesadaran Penumpang dan Petugas

Kesadaran calon penumpang, penumpang dan petugas di lapangan sangat dibutuhkan untuk keselamatan sebuah pelayaran.

Sering kali kita menemukan egosime penumpang seperti penumpang yang tetap menghidupkan kendaraannya padahal sudah berada di atas dek. Mesin dihidupkan karena penumpangnya ingin tetap berada di dalam mobil dengan menghidupkan air conitioner.

Hal ini tentunya sangat membahayakan bagi penumpang lain atau pengemudi itu sendiri. Sering kali kita mendengar musibah, dimana orang yang berada di dalam mobil meninggal dengan tiba-tiba, karena menghirup CO2 beracun dari pembuangan kenalpot yang bocor.

Asap pembuangan dari kendaraan yang dihidupkan juga dapat menggangu pernapasan penumpang lain yang sedang berada di sekitarnya. Karenanya kesadaran pengguna kendaraan juga sangat dibutuhkan.
Masih terkait dengan kesadaran pengguna, beberapa kali kejadian disaat kapal sedang melakukan bongkar, atau pada saat kendaraan beroda dua atau empat keluar dari kapal, secara tiba-tiba masuk sepeda motor atau mobil dari pelabuhan ke dalam kapal.

Tak eloknya, masuknya kendaraan beroda dua atau beroda empat ke dalam kapal pada saat posisi kapal bongkar atas izin petugas kapal. Kelalaian atau keteledoran petugas ini, tentu saja sangat membahayakan pengendara itu sendiri maupun pengendara yang lain.

Belum lagi ketidaksabaran pengemudi saat di pintu antrian tiket. Meski petugas loket sedang melayani pengguna jasa yang lain, sering kali bersautan bunyi klakson agar petugas loket mempercepat layanannya. Belum lagi pengendara yang  saling sodok agar bisa mencapai loket lebih dulu. Hal ini tentunya sangat membahayakan pengendara lainnya maupun pengendara itu sendiri.

Keselamatan selama pelayaran menjadi tanggung jawab bersama, tidak bisa menggantungkan diri pada satu pihak saja. Bila ada hal-hal dapat membahayakan keselamatan seyogyanya saling mengingatkan.

Pihak operator juga harus menyiapkan segala sesuatunya yang terkait dengan keselamatan penupang mulai dengan live jacket yang jumlahnya sesuai dengan jumlah penumpang, menempatkan tabung pemadam kebakan di tempat-tampat yang mudah terjangkau, sistem dan peralatan komunikasi yang sempurna, skoci yang mudah dibuka dan operasionalkan dan sebagainya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan petugas keamanan di sudut-sudut kapal, sudut ruang tunggu penumpang maupun sudut pelabuhan dan dermaga. Karena angkutan lebaran identik dengan kepadatan penumpang, dan kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertangguung jawab, dengan melakukan tindak pidaan kejahatan.

Peralatan canggih seperti CCTV yang disiapkan di beberapa tempat di pelabuhan, dermaga dan ruang tunggu penumpang memang cukup membantu. Namun demikian keberadaan petugas keamanan di tempat-tempat kepadatan penumpang sedikit banyaknya membuat para pelaku kejahatan berpikir dua kali untuk melakukan niat jahatnya. Selamat mudik.  (Poeji Raharjo)/ (BRD)

Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi