JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan pembangunan sistem transportasi yang cerdas, terintegrasi, dan ramah lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah berulangkali meninjau pembangunan sistem moda transportasi hijau dan modern di lokasi IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang kini sedang berlangsung.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo kepada stakeholder agar pembangunan sistem transportasi konsisten dengan upaya Indonesia yang ingin mewujudkan visi lingkungan hijau yang menjadi semangat utama dalam pembangunan kawasan IKN.

“Hal ini bukan sebatas inisiatif, tetapi menjadi simbol komitmen dalam mempercepat pengembangan sistem transportasi publik di kawasan IKN yang berbasis listrik,” tegas Presiden Jokowi dalam acara peresmian era baru dalam transportasi di kawasan IKN, Kalimantan Timur, akhir tahun silam (21/12).

Mewujudkan Foresty City Indonesia

Presiden menegaskan tujuan menjadikan IKN sebagai kawasan hijau dengan transportasi listrik dan energi yang ramah lingkungan adalah upaya mewujudkan pembangunan IKN sesuai konsep Forest City.

Menhub, sesuai dengan konsep yang disampaikan Presiden, menuturkan bahwa transpotasi ramah lingkungan yang dimaksud mencakup berbagai moda transportasi darat, mulai dari Bus Rapid Transit (BRT) listrik hingga layanan taksi, mobil rental, dan bus jurusan Balikpapan IKN.

Bandara IKN

Sebelum mencanangkan era baru transportasi di kawasan IKN yang ramah lingkungan, Menhub Budi mendampingi Presiden Jokowi telah memulai pembangunan Bandara IKN dengan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Bandara IKN awal November tahun silam.

Kehadiran bandara ini, menurut Menhub, sangat penting untuk mengantisipasi semakin padatnya kegiatan di IKN dan semakin banyaknya mobilitas orang dan juga barang dari dan menuju ke IKN.

Bandara IKN yang berlokasi di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur ini merupakan bandara khusus, yang digunakan untuk mendukung pelayanan kegiatan pemerintahan di IKN dan mendukung konektivitas di IKN.

Pembangunan bandara ini, menurut Menhub akan membuat kawasan IKN semakin terbuka, meningkatkan konektivitas sehingga mudah dijangkau dari dan ke manapun di wlayah NKRI maupun ke mancanegara. Keberadaan bandara IKN ini, lanjut Menhub, juga akan meningkatkan daya saing IKN, mendorong pertumbuhan ekonomi, memacu pengembangan potensi di daerah Kalimantan, dan mengakselerasi pembangunan IKN yang sedang dikembangkan.

Selanjutnya Menhub menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur ini, merupakan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan melalui paradigma Indonesia Sentris.

Bandara ini berjarak 23 KM dari titik 0 IKN dan 120 km dari Balikpapan. Luas seluruh area bandara IKN adalah 347 ha dengan runway 3000 x 45 meter, taxiway A (180 x 30) m dan B (a180 x 30) m dan apron 102.150 m2, serta luas terminal VVIP dan VIP sebesar 7.352 m2.

Bandara ini, Menhub menargetkan, dapat melayani minimal operasi penerbangan pada Juli 2024 dan melayani operasi penuh penerbangan pada Desember 2024. "Nantinya pesawat terbesar yang akan dilayani bandara ini adalah Boeing 777-300ER dan Airbus A380," ucap Menhub.

Pembangunan bandara IKN, lanjut Menhub, dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak dimulai dari tahun anggaran 2023 s.d. 2024. Pembangunan fasilitas sisi darat dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan sedangkan pembangunan fasilitas sisi udara dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Konsep desain Bandara IKN, menurut Menhub, akan memadukan unsur kearifan lokal yang menonjolkan budaya Kalimantan namun tetap modern, serta berorientasi alam, dan ramah lingkungan.

ART di IKN

Selain memantau persiapan bandara di IKN Menhub juga sempat mengunjungi lokasi pembangunan kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di IKN akhir Febuari lalu (29/2).

Menhub mengatakan penggunaan ART di IKN adalah lompatan penggunaan teknologi transportasi masa depan, yakni kereta tanpa rel. “Saya melihat langsung pembangunannya berjalan sesuai rencana,” ucapnya..

Menhub menjelaskan ART dioperasikan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. Nantinya, kereta tersebut akan berada di kawasan Sumbu Kebangsaan Timur dan Sumbu Kebangsaan Barat, di mana tahap pembangunan rutenya akan dilakukan dalam dua fase.

“Satu set ART terdiri dari dua gerbong, dengan total kapasitas penumpang sebanyak 324 orang. Kecepatan operasionalnya 40 km/jam dan maksimal 70 km/jam,” ungkap Menhub.

Terkait jalur, Menhub memaparkan bahwa panjang pembangunan jalur ART tahap satu adalah kurang-lebih 1,2 KM, sedangkan panjang pembangunan jalur tahap dua adalah kurang-lebih 5,2 km. Saat beroperasi nanti, imbuhnya, jalur dan halte ART akan sharing dengan Bus Rapit Transit (BRT).

MRT dan Kereta Cepat di IKN

Menhub pada kesempatan lain sempat melihat rencana pelaksanaan pembangunan moda transportasi berbasis rel dalam kota (MRT) dan kereta cepat menghubungkan IKN dengan daerah mitra, yakni Balikpapan dan ibu kota provinsi lainnya di wilayah Kalimantan, yang akan dilakukan setelah tahun 2024.

Deputi Teknologi Hijau dan Digital IKN Ali Berawi menjelaska tahapan lanjutan pembangunan IKN setelah tahun 2024. “Akan dibangun moda transportasi berbasis rel dalam kota (MRT) dan kereta cepat yang menghubungkan IKN dengan daerah mitra Balikpapan dan ibu kota provinsi lainnya di wilayah Kalimantan,” jelasnya.

Ali menambahkan, mengenai pemanfaatan moda transportasi Urban Air Mobility (SkyTaxy) dan kendaraan otonom (autonomous vehicle) juga akan mulai dilaksanakan, setelah tahun 2024. Sedangkan untuk target 2024, menurut Ali, para pihak akan menyiapkan transportasi umum pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) termasuk penyediaan layanan angkutan umum bus berbasis listrik beserta fasilitas pendukung halte dan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). “Tersedia juga fasilitas bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda di dalam wilayah KIPP 1A," imbuhnya.

Untuk taksi terbang, menurut Ali, sejauh ini merupakan moda transportasi yang masih dalam tahap pengembangan, belum masuk dalam tahap komersialisasi. Uji coba atau proof of concept yang dilaksanakan pada tahun 2024 merupakan bagian dari pengembangan dan pemanfaatan teknologi Urban Air Mobility (UAM) di IKN.

"Tahun depan Sky Taxy dan autonomous vehicle menjadi show case - uji coba dari proof of case concept pengembangan teknologi moda transportasi modern yang menjadi bagian dari pembangunan IKN sebagai kota masa kini dan masa depan," kata Ali.

Pembangunan sistem transportasi cerdas juga memanfaatkan teknologi digital, seperti pemasangan sensor /Internet of Things (IoT), kamera, serta penggunaan big data dan kecerdasan buatan dimulai pada tahun 2024.

“Melalui pembangunan IKN, Indonesia menjadi bagian dan berperan aktif dalam pengembangan teknologi dunia,” pungkas Ali.

Pemabangunan Transportasi yang Masif di IKN

Percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di IKN berlangsung semakin massif terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

KIPP IKN sendiri rencananya akan dipersiapkan sebagai lokasi Upacara Kenegaraan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 79 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2024.

Kemenhub dan para pemangku kepentingan terkait optimis pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah IKN akan selesai tepat waktu. Pasalnya berdasarkan laporan Otorita IKN, progres pembangunan infrastruktur di wilayah IKN sudah mencapai 74,87 persen dan diprediksi pada Juli 2024, moda transportasi siap melayani mobilitas orang dan barang dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI pertama 17 Agustus 2024 di IKN. (IS/AS/RY/ME)