Jakarta – Bagi insan perhubungan, penghargaan tidak selalu berhenti sebagai pencapaian pribadi, ada kerja sama, waktu yang dikorbankan, tanggung jawab yang harus dijalankan, hingga dukungan keluarga yang membuat seseorang tetap mampu menjalankan pekerjaannya. Begitu yang dirasakan Dony Prasetiyo Siswantoro dan Dr. Anton Abdullah yang menerima apresiasi pada momentum Hari Perhubungan Nasional 2026.

Keduanya menganggap bahwa penghargaan tersebut tidak berdiri atas nama pribadi saja. Ada orang-orang lain yang ikut andil menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.

National Continuous Monitoring Coordinator (NCMC) Indonesia untuk ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) sekaligus Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dony Prasetiyo Siswantoro justru langsung mengingat tim yang bekerja bersamanya sesaat setelah namanya dipanggil sebagai penerima penghargaan.

“Begitu nama saya disebut, yang saya ingat adalah tim saya. Jadi sebetulnya saya mendedikasikan penghargaan ini kepada tim kami,” ujar Dony dalam podcast HubTalks episode 27.

Menurut Dony, penghargaan yang diterimanya merupakan representasi dari kerja tim yang selama ini menjalankan berbagai tugas di tengah kesibukan mereka sebagai inspektur.

“Karena sebetulnya merekalah yang bekerja luar biasa menjalankan apa yang istilahnya sudah kami rencanakan. Di tengah kesibukan mereka sebagai inspektur. Jadi saya bersyukur bahwa ini titipan dari tim kami yang kebetulan mengatasnamakan saya,” ucap Dony.

Pandangan serupa juga disampaikan Dosen Politeknik Penerbangan Palembang, Dr. Anton Abdullah. Ia melihat apresiasi tersebut bukan sebagai tanda bahwa dirinya menjadi yang paling unggul dibanding insan transportasi lainnya.

“Saya sadarnya, ini bukan soal yang terbaik, dosen yang terbaik, dosen yang paling unggul. Setiap insan transportasi itu punya konstriusinya masing-masing, punyanya masing-masing,” ujar Anton dalam acara yang sama.

Bagi Anton, peran tersebut bisa muncul dari berbagai ruang. Ada yang mengawasi sistem, ada yang bekerja di lapangan, dan ada juga yang di ruang pendidikan untuk mengajar generasi berikutnya agar bisa melanjutkan tugas itu.

Cara pandang itu membuat penghargaan menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Apresiasi justru mengingatkan bahwa pekerjaan di bidang transportasi berjalan karena banyak orang yang bekerja sama dan saling melengkapi.

Di balik tanggung jawab itu, ada juga kehidupan yang tetap harus berjalan di luar pekerjaan. Ketika tugas membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak, bantuan dari keluarga menjadi salah satu hal yang membantu para pekerja transportasi tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Dony mengaku dukungan tersebut banyak datang dari istri dan anak-anaknya. Kesibukan pekerjaan terkadang membuat urusan pekerjaan ikut masuk ke waktu keluarga, termasuk ketika telepon harus tetap dijawab di sela-sela kumpul bersama keluarga.

“Saya terus terang memang hal yang terkecil itu dimulai dari keluarga. Jadi dalam hal ini saya memang di-support oleh anak-anak dan istri saya, dan support ini luar biasa. Jadi begitu tahu bapaknya ini sedang sibuk, mereka juga men-support dengan cara tidak terlalu cranky meski kadang-kadang kita sambil makan pun masih harus menjawab telepon,” ungkap Dony.

Ia menyadari bahwa kondisi tersebut membuat keluarga terkadang harus berada di urutan kedua ketika tuntutan pekerjaan sedang tinggi. Karena itu, Dony dan keluarganya memiliki cara sederhana untuk saling memberikan apresiasi.

“Jadi kita biasanya melakukan selebrasi-selebrasi kecil sebagai bentuk apresiasi kami yang sudah di-support oleh keluarga ini. Jadi itu sih untuk balance kehidupan,” ucap Dony.

Bagi Anton, persoalan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga juga memiliki cerita tersendiri. Ia mengaku pekerjaan terkadang masih terbawa hingga ke rumah. Jika Dony harus menerima telepon saat makan, Anton justru bisa membawa pekerjaannya dalam bentuk lain.

“Jadi apapun yang saya kerjakan ini sebenarnya untuk keluarga. Jadi support tetap dari keluarga. Kalau Mas Dony tadi sambil makan angkat telepon, kalau saya malah laptop. Kalau sampai pekerjaan dibawa pulang kata mamanya di rumah, ‘kok kerjaan dibawa pulang,’ gitu,” ujar Anton.

Namun, bagi Anton, tidak ada pihak yang harus ditempatkan sebagai pemenang atau pihak yang dikalahkan. Kuncinya adalah komunikasi dengan keluarga agar tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap dapat berjalan bersama.

“Istilahnya tadi enggak ada nomor dua, enggak ada nomor satu, yang penting cara berkomunikasi sama keluarga,” kata Anton.

Di tengah kesibukan tersebut, ada satu hal yang membuat pekerjaan para insan perhubungan terasa memiliki makna. Bagi Dony, pekerjaan yang dilakukan bersama banyak orang pada akhirnya kembali kepada masyarakat yang menggunakan layanan transportasi.

Menurutnya, pekerjaan sekecil apa pun yang dilakukan seseorang dapat memengaruhi keselamatan. Karena itu, ketika rasa lelah mulai datang atau semangat mulai menurun, ada hal yang sederhana tetapi bisa menjadi pengingat: melihat penumpang yang berhasil sampai ke tujuan dengan aman.

“Jadi ingat apabila kita capek, tidak konsisten, mulai goyah, ingatlah bahwa apabila kita melihat penumpang tersenyum bahagia, bisa berlibur dengan tenang, bisa datang, bisa sampai di tujuan tepat waktu, dan punya pengalaman yang bagus selama terbang,” ujar Dony.

Bagi Anton, pemandangan serupa juga menjadi salah satu bentuk kepuasan tersendiri. Ia mengaku senang mengamati wajah penumpang ketika tiba di suatu tempat dan melihat mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan tenang.

“Saya suka mengamati begitu, saya landing di siatu tempat saya mengamati, ‘Oh, muka-mukanya cerah, mereka bahagia,’" kata Anton.

Senyum para penumpang tersebut kemudian menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang dilakukan dari balik layar tetap memiliki arti, meskipun tidak selalu terlihat dan tidak selalu mendapat sorotan.

“Itu merupakan hal yang meskipun kami tidak terlihat, tidak dapat spotlight, tapi kami berpikir bahwa ini adalah usaha dari rekan-rekan semua yang bekerja. di bidang apapun, di level mana pun,” lanjut Anton.

Pada akhirnya, keberhasilan kerja insan perhubungan tidak selalu terlihat secara langsung. Tidak ada panggung ketika perjalanan berjalan aman. Tidak ada sorotan ketika penumpang sampai di tempat tujuan tanpa ada kendala. Namun, di balik perjalanan yang berjalan lancar seperti semestinya, ada orang-orang yang memastikan setiap tanggung jawab tetap dijalankan.

Bagi Dony dan Anton, pekerjaan tersebut juga bukan tentang siapa yang paling menonjol. Ada tim, keluarga, dan banyak insan perhubungan lain yang ikut mengambil bagian. Sebab, ketika penumpang dapat tersenyum setelah tiba di tujuan, senyum itu bukan hanya milik mereka yang bepergian.

“Senyum-senyum mereka adalah senyum-senyum kita, senyum keluarga kita, kerabat dekat kita,” ujar Anton.