Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para nelayan, kapal-kapal yang saat kejadian berada di sekitar lokasi, serta seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di alur masuk Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10). Menurut Menhub, respons cepat dan kepedulian berbagai pihak tersebut merupakan wujud nyata dari solidaritas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di sektor transportasi laut.
Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan Menhub Dudy kepada seluruh kru kapal dan anak buah kapal (ABK) yang telah melakukan evakuasi dan menjalankan tugas dengan maksimal, sehingga menjadi pihak terakhir yang meninggalkan kapal. Dedikasi dan tanggung jawab yang ditunjukkan para kru dan ABK patut dihargai, terutama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan keberanian, ketenangan, dan pengutamaan keselamatan.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya para nelayan, kapal-kapal di sekitar lokasi yang turut membantu, kru, dan seluruh ABK yang terlibat dalam proses evakuasi KMP Batumandi. Terima kasih atas kepedulian, kerja sama, dan upaya yang telah dilakukan dalam situasi darurat ini,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Jumat (23/10).
Sejumlah unsur ikut membantu penanganan kebakaran dan evakuasi penumpang KMP Batumandi, di antaranya KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, TB Karya Pacific 2291, TB Rizaluta Patra 00, TB Ratu Harbour, TB Krakatau IP 01, TB Diasraya VII, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, SPOB Samawa, serta BC 9006 dari Bea Cukai. Unsur lainnya meliputi otoritas pelabuhan, Basarnas, Kepolisian, dan instansi terkait.
Menhub Dudy menyampaikan bahwa proses investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Batumandi. Investigasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran, sehingga hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari.
Sejalan dengan itu, Menhub pun meminta pihak ASDP dan Jasa Raharja untuk melakukan pendataan seluruh penumpang dengan cermat dan terkoordinasi. Hal ini penting untuk memastikan seluruh data penumpang terverifikasi dengan baik sekaligus mendukung proses tindak lanjut terhadap pemenuhan hak-hak penumpang yang terdampak insiden kebakaran kapal.
“Saya menginstruksikan agar pendataan penumpang dilakukan secara cermat dan menyeluruh. Sementara kepada para penumpang, saya mengimbau untuk terus memantau informasi resmi dari ASDP terkait mekanisme pemenuhan hak dan pengajuan klaim atas kerugian yang dialami,” ungkap Menhub.
Menhub Dudy kembali menegaskan bahwa aspek keselamatan harus selalu jadi prioritas utama dalam setiap operasional pelayaran. Ia meminta seluruh operator dan pihak terkait untuk senantiasa memastikan kesiapan kapal, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kesiapsiagaan kru kapal dalam menghadapi kondisi darurat.
Adapun kepada masyarakat yang akan menyeberang di perairan Selat Sunda, Menhub Dudy mengimbau agar selalu memantau informasi resmi yang disampaikan oleh otoritas pelabuhan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada segala bentuk informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Saya tak henti-hentinya mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Saya mengimbau masyarakat yang akan menyeberang untuk selalu memantau informasi resmi dari otoritas pelabuhan, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan memastikan perjalanan dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku,” tutup Menhub.(OB/HH/GT/ME)
